Dosmar-Oloan Menuju Pilkada Humbahas 2020


Tapanuli Media
Teka-teki siapa bakal calon Wakil Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) yang akan mendampingi Dosmar Banjarnahor di Pilkada Serentak 2020 akhirnya terjawab.

Balon Bupati petahana ,yakni Dosmar Banjarnahor menggandeng Oloan P Nababan, prajurit TNI, pernah menjadi ajudan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat masih menjabat Panglima Komando Strategis Angkatan Darat.

Seperti diketahui sebelumnya  Dosmar Banjarnahor  akan berpasanangan dengn Yanto Sihotang  namun batal,  kemudian berpasangan dengan Oloan Nababan di Pilkada Humbahas pasangan tersebut telah mendapat rekomendasi dari PDIP.  Selain itu Partai Demokrat dan Perindo juga informasinya telah memberikan dukungan  kepada pasangan Dosmar Banjarnahor-Oloan P Nababan dalam Pemilihan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara tahun 2020.

Terkait dukungan Perindo, surat rekomendasi diberikan langsung Sekretaris Jenderal DPP Partai Perindo, Ahmad Rofiq kepada Dosmar-Oloan di Kantor DPP, Menteng, Jakarta, Rabu (22/7/2020).

Demikian halnya Partai Demokrat juga mendukung Dosmar Banjarnahor dan Oloan Nababan di Pilkada Humbahas, rekomendasinya sudah diserahkan langsung oleh Ketum Demokrat, mas AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) kepada keduanya di Jakarta dua pekan lalu," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, Herri Zulkarnain, Senin, (6/7/2020). 

Terkait dengan PILKADA HUMBAHAS 2020 yang digelar tahun ini, Ketua KPU Humbahas, Binsar Sihombing dalam  rapat koordinasi pada  Selasa 16 Juni 2020 – antara Pemkab Humbahas bersama KPU Humbahas ,Binsar memaparkan dan menjelaskan dihadapan peserta rakor terkait kesiapan KPU Humbahas dalam pelaksanaan Pilkada serentak di Humbahas.

Ia menjelaskan bahwa anggaran yang di NPHD Pemkab Humbahas kepada KPU tidak perlu dilakukan penambahan karena telah dilakukan optimalisasi dan restrukturisasi anggaran disesuai dengan kondisi pandemi covid-19. Data pemilih maksimal dalam 1 TPS dari 800 menjadi 500 pemilih/TPS, berarti ada penambahan TPS sebanyak 10 TPS. Kondisi saat ini 375 TPS, ditambah 10 TPS menjadi 385 TPS. Pelaksanaan sosialisasi pilkada akan mempergunakan standart protokol kesehatan covid-19.

Binsar juga menjelaskan jadwal tahapan pilkada lanjutan yakni pengaktifan Badan Ad-Hoc PPK dan PPS (15 Juni 2020), pembentukan PPDP (24 Juni – 14 Juli 2020), Pemutakhiran data pemilih (15 Juli - 13 Agustus 2020), Pengadaan logistik (7 Agustus – 20 November 2020), Pencalonan (28 Agustus – 23 September 2020), Sengketa TUN Pemilihan (23 September – 9 November 2020),

Masa Kampanye 71 Hari (26 September – 5 Desember 2020), Pembentukan KPPS (1 Oktober – 23 November 2020), Pemungutan Suara (9 Desember 2020), Perhitungan dan Rekapitulasi (9 Desember – 26 Desember 2020), Penetapan Calon Terpilih (paling lama 5 hari pasca Putusan MK), Sengketa di Mahkamah Konstituasi (Mengikuti Jadwal MK)
 
(TapanuliMedia-Harapan Sagala)

Posting Komentar

0 Komentar