Selasa, 03 September 2019

Dongkrak Ekonomi Kerakyatan , Arak Bali Perkuat Branding Menuju Pasar Internasional


Tapanuli Media Center

Pemerintah Provinsi Bali meningkatkan mutu dan branding arak Bali sebagai minuman tradisional khas Bali sehingga mampu bersaing di pasar Internasional. Potensi  pasar minuman beralkohol tradisional Arak Bali sangat besar, terlebih Bali sebagai destinasi wisata dunia dengan jumlah kunjungan wisman mencapai 6 juta lebih dari  tahun 2018. 
Hal tersebut memicu kebutuhan minuman beralkohol termasuk arak cukup tinggi. Sehingga arak menjadi salah satu industri yang cukup menjanjikan bagi ekonomi kerakyatan yang patut dikembangkan.  Selain sektor pariwisata, arak Bali juga dibutuhkan  untuk kegiatan upacara adat dan sarana obat.
Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perdagangan dan Prindustrian Provinsi Bali I Gede Wayan Suamba,SH., dalam dialog Hai Bali Kenken Denpasar, Selasa (3/9/2019) mengatakan saat ini kebutuhan minuman beralkohol tradisional  arak  Bali sekitar 27,03 juta liter per tahun.  Sejak tahun 2010, konsumsi minuman beralkohol impor di Bali mencapai 70 persen dari konsumsi nasional.  
Import minuman beralkohol tiap tahun semakin meningkat  di tahun 2018 mencapai  7,18 juta liter lebih. Sementara, produksi minuman beralkohol tradisional Bali saat ini lebih sedikit  dari kebutuhan yakni 16,38 juta liter per tahun. Untuk memenuhi kebutuhan minuman beralkohol tersebut, maka pemerintah provinsi Bali berupaya melegalkan arak Bali, tentunya didukung dengan peningkatan kualitas.
“Kalau arak ini bisa legal dan kualitasnya bagus  kemasan  bagus sehingga branding arak Bali nanti akan sangat meningkatkan pendapatan  masyarakat, sehingga manfaat pariwisata juga bisa langsung diterima oleh petani arak ini, selama ini kan belum,” jelasnya.
Lebih lanjut Suamba menjelaskan untuk meningkatkan kualitas dan pengemasan  arak Bali agar mampu bersaing ditingkat nasional, diakui Pemprov. Bali sudah mempersiapkan Pergub tentang tata kelola Arak Bali.
“Kami sudah ke pusat juga untuk mengurus agar arak Bali ini dikeluarkan dari  negatif investasi, karena ini kan untuk kepentingan Bali supaya arak ini bisa dilegalkan” jelasnya.
Selain itu, upaya pembinaan juga terus dilakukan baik kepada petani  maupun dengan menggandeng BBPOM  dan lembaga terkait agar  dapat meningkatkan produksi dan standarisasi serta peredaran arak Bali.#Imade Saday)
Pasang Iklan Anda di Sini..

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Atensinya.