Kamis, 15 Agustus 2019

Pasca OTT Dana BOK di Puskesmas,Penyidik Tetapkan Satu Tersangka


Tapanuli Media
Tim penyidik Polres Labuhanbatu dan Polda Sumatera Utara akhirnya telah menetapkan satu orang tersangka, pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Puskesmas Parlayuan Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara, 13 Agustus lalu.
OTT yang dilakukan polisi terkait kasus dugaan pemotongan Dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Bantuan Operasional kesehatan (OBK) pegawai dan staf puskesman Parlayuan.
Hal itu dibenarkan Kasat Reskrim Polres Labuhan Batu, AKP Jamakita Purba, Kamis (15/8). Menurut Jamakita, satu tersangka berinisial MHJ yang merupakan kepala Puskesmas Parlayuan.
"Satu orang sebagai tersangka dan sudah kita tahan berinisial MHJ yang meruipakan kepala puskemas," kata Kasat Reskrim Polres Labuhan Batu, AKP Jamakita Purba, Kamis (15/8). 
MHJ ditetapkan sebagai tersangka karena diduga terbukti melakukan pemotongan dana JKN dan BOK pegawai dans taf puskesmas Parlayuan. Hal itu dikuatkan dengan keberhasilan pihaknya mengamankan sejumlha barang bukti berupa uang tunai di puskesmas serta rumah MHJ senilai 188.315.000.
“Dugaan adanya pemotongan dana BOK dan Jaminan Kesehatan nasional. Dari puskesmas, dari rumah si kepala puskesmas,” akui Jamakita.
Jamakita menjelaskan bahwa setelah kepala Puskesmas tersebut ditetapkan sebagai tersangka, petugas kemudian menahan MHJ di Polres Labuhanbatu.
“Kita juga sudah menahannya di Polres Labuhanbatu," jelasnya.  
Ditanyai apakah akan ada tersangka lainnya dalam kasus tersebut, Jamakita tidak menampik hal itu bakal ada tersangka baru. Namun masih harus dilakukan penyelidikan lebih dalam. Dikatakan Jamakita untuk enam orang lagi masih berstatus sebagai saksi.
“Dugaan ada dan dimungkinkan sambil berjalan. Saat ini kita sedang melakukan penggeledahan di dinas kesehatan," ungkapnya. 
Untuk diketahui bahwa OTT yang dilakukan tim Ditreskrimsus Polda Sumatera Utara tersebut dilakukan pada Selasa (13/8) sekitar pukul 08.00 WIB. Ada tujuh orang yang diamankan saat itu tengah berada di dalam Puskesmas tersebut. 
Enam dari tujuh orang yang diamankan merupakan pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN), dan satu orang adalah Tenaga Kerja Sukarela (TKS).
Ketujuh orang yang diamankan antara lain berinisial MHJ (41) yang merupakan Kepala Puskesmas Parlayuan, HM (45) menjabat Bendahara BOK Puskesmas Parlayuan, SUB (33) Jabatan Bendahara JKN Puskesmas Parlayuan, SD (40) Jabatan Staf Puskesmas Parlayuan, NH (42) Jabatan Staf Puskesmas Parlayuan, NUR (33) Jabatan Staf Puskesmas Parlayuan dan AFN (26) yang merupakan satu-satunya Tenaga Kerja Sukarela Puskesmas Parlayuan. 
OTT yang dilakukan tim Ditreskrimsus Polda Sumut itu diduga terkait pemotongan dana pelayanan JKN dan BOK sebesar minimal 25 persen atau bervariasi dari jumlah yang diterima pegawai dan honor Puskesmas.
Selain mengamankan tujuh orang, pihaknya juga mengamankan barang bukti uang tunai senilai Rp 188.315.000. Dimana, saat ini ke tujuh orang tersebut sedang menjalani pemeriksaan di Polres Labuhan Batu.(#B.Napitupulu)
Pasang Iklan Anda di Sini..

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Atensinya.