Nikah 'Kilat’ Picu Tingginya Angka Perceraian Tinggi di Aceh


Tapanuli Media

Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar menyebut nikah “kilat” menjadi salah satu penyebab angka perceraian masih tinggi di daerah berhawa sejuk itu.
Hal tersebut disampaikan Bupati Shabela Abubakar saat menghadiri acara Gebyar Generasi Berencana (Genre) yang diselenggarakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) di Gedung Olah Seni (Gos) Takengon.
Jelasnya, menikah di usia muda dan tergesa-gesa dianggap cukup mempengaruhi angka perceraian di Aceh Tengah.
Mirisnya lagi, ungkap Shabela, istri yang mengajukan cerai kepada suami. “Kawin muda. Ini maka di Aceh Tengah salah satu adalah tingkat perceraian tertinggi di Aceh. 
Ini akibat kawin cepat, istilahnya nikah kilat dan cerai kilat juga. Kena “petir”. Jadi ini sebagian mengatakan sangat memalukan,” ujar Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar dihadapan ratusan pelajar dan tamu undangan kegiatan Genre, Senin (15/7/2019).
Data informasi yg di himpun, bahwa angka perceraian di Aceh jumlahnya terus bertambah dari tahun sebelumnya.
Tahun 2017, angka cerai di bumi serambi mekkah itu berjumlah 4.917 kasus, sementara pada 2018 merangkak jadi  5.562 kasus yang telah mendapat keputusan inkrah atau tetap dari mahkamah syariah se-Aceh.
Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Aceh Drs Sahidal Kastri tidak menampik bahwa cerai pasah mendominan dari kasus yang ada.(by-Zeva)