Rabu, 15 Mei 2019

Dinkes Sumut Awasi Bandara Kualanamu dan Pelabuhan Belawan cegah masuknya Monkeypox


Tapanuli Media Center

Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara bekerjasama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) melakukan pengawasan di pintu-pintu masuk kedatangan, terutama di Bandara Kualanamu dan Pelabuhan Belawan, untuk mencegah virus cacar monyet (Monkeypox) masuk ke Sumatera Utara.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut Yulia Maryani mengatakan, tindakan pencegahan tersebut berdasarkan surat edaran dari Menteri Kesehatan untuk mewaspadai virus cacar monyet dan melaporkannya ke Kemenkes bila ditemukan kasus.
“Berdasarkan surat edaran dari kementerian hari ini, untuk mewaspadai dan kalau ada kasus dilaporkan, maka kita bekerjasama dengan KKP untuk mengawasi pintu-pintu masuk. Biasa kan dari bandara dan pelabuhan kemungkinannya,” kata Yulia di Medan, Rabu (15/5/2019).
Yulia menjelaskan, pengawasan yang dilakukan di pintu-pintu masuk tersebut dengan melakukan pemeriksaan kepada warga Negara, khususnya yang datang dari luar negeri, terutama Singapura. KKP, menurut Yulia, memiliki alat thermoscanner atau alat pengukur suhu tubuh.
“Bila penderita cacar monyet berjalan melewati alat itu, maka secara otomatis ia akan terdeteksi. Kalau memang benar, maka pasien akan langsung dirujuk ke Rumah Sakit Haji Adam Malik," katanya, Selasa (14/5/2019).
Dikatakan Yulia, hingga kini belum ada  ditemukan kasus cacar monyet masuk wilayah Sumut. Karenanya, ia mengimbau kepada masyarakat, terutama yang hendak melakukan perjalanan ke Singapura, agar sedapat mungkin menjauhi sumber penyebarannya.
"Gunakan juga masker. Namun yang terpenting adalah bagaimana terus menjaga daya tahan tubuh tetap bugar," sebutnya. 
Sementara Kasubbag Humas Rumah Sakit Umum Pusat H Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak mengatakan hingga kini belum ada menerima pasien cacar monyet. Namun bila nantinya ada pasien dengan dugaan cacar monyet, pihaknya siap memberikan penanganan.
"Sejauh ini belum ada. Tapi kita sudah siap menanganinya, karena kita punya gedung khusus untuk ruang rawat infeksius dengan kapasitas 11 tempat tidur dan SDM yang mendukung," ujarnya (#Imelda Harahap)
Pasang Iklan Anda di Sini..