Rabu, 10 April 2019

Perkembangan Menuju Industri 4.0 Membawa Pengaruh Besar pada Industri Manufaktur. oleh :Sislein Sipahutar




"Perkembangan Menuju Industri 4.0 Membawa Pengaruh Besar pada Industri Manufaktur "

Industri 4.0 adalah istilah yang diterapkan pada sekelompok transformasi cepat dalam desain, pembuatan, operasi dan layanan sistem dan produk manufaktur. Revolusi industri digital dapat menyebabkan peningkatan fleksibilitas dalam manufaktur, kustomisasi massal, peningkatan kecepatan, kualitas yang lebih baik dan peningkatan produktifitas, namun diperlukan investasi peralatan, teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan analisis data sebagai serta integrasi aliran data di seluruh rantai nilai global. Manufaktur digital akan menghasilkan berbagai perubahan pada manufaktur proses, hasil dan model bisnis, serta memungkinkan peningkatan fleksibilitas yang mendorong inovasi dalam produksi. Sedangkan kebutuhan akan investasi, berubahnya model bisnis, masalah data, pertanyaan hukum tentang kewajiban dan kekayaan intelektual, standar, dan ketidakcocokan keterampilan adalah beberapa tantangan yang harus dihadapi untuk mendapat manfaat dari teknologi manufaktur dan industri baru. Apabila tantangan ini dapat dihadapi maka Industri 4.0 dapat membantu membalikkan penurunan industrialisasi dan meningkatkan total nilai tambah dari manufaktur. (Davies, 2015)

Pada saat ini manusia hidup dalam era digital, dimana komputer menjadi bagian penting dan hampir tidak tepisahkan dari kehidupan manusia. Dalam kurun beberapa tahun terakhir komputer dan robot-robot cerdas telah mampu mengambil alih banyak pekerjaan manusia diatas tingkat intelejensial diatas rata-rata. Implikasi nyata yang diberikan adalah perusahaan yang melayani konsumen semakin berjaya dengan informasi yang lebih lengkap terkait perilaku konsumen dan rantai pasok, menurunnya biaya pengadaan sensor dan microprocessor serta komponen-komponen yang dibutuhkan dalam pembuatan manufaktur cerdas, ini mendorong aplikasi yang lebih kuat lagi bagi automasi di bidang manufacturing. Penggunaan manajemen dan analisis data dengan Artificial Intelligent menyebabkan proses produksi maupun produk akhir yang dihasilkan lebih cerdas. (Manik, 2015)

Globalisasi saat ini dihadapkan pada tantangan untuk memenuhi permintaan dunia yang terus meningkat akan modal dan barang-barang konsumsi secara bersamaan memastikan evolusi berkelanjutan eksistensi manusia dalam dimensi sosial, lingkungan, dan ekonominya. Untuk mengatasi tantangan ini, penciptaan nilai industri di negara-negara industri dibentuk oleh perkembangan menuju tahap industri 4.0. Perkembangan ini memberikan peluang besar untuk realisasi manufaktur yang berkelanjutan. Perkembangan ini mengikuti revolusi industri ketiga yang dimulai pada awal 1970-an dan didasarkan pada elektronik dan teknologi informasi untuk mewujudkan tingkat tinggi otomatisasi di bidang manufaktur. Perkembangan menuju Industri 4.0 saat ini telah membawa pengaruh besar pada industri manufaktur. Hal ini berdasarkan pendirian pabrik pintar, produk pintar dan layanan pintar di internet serta layanan yang disebut internet industri (Stock & Seliger, 2016).

Digitalisasi dan kecerdasan proses manufaktur adalah kebutuhan untuk industri saat ini. Industri manufaktur saat ini telah berubah dari produksi massal menjadi produksi yang disesuaikan. Kemajuan pesat dalam teknologi manufaktur dan aplikasi dalam industri membantu meningkatkan produktivitas. Istilah Industri 4.0 didefinisikan sebagai tingkat organisasi baru dan kendali atas seluruh rantai nilai siklus hidup produk; itu diarahkan menuju kebutuhan pelanggan yang semakin individual. Industri 4.0 masih visioner tetapi merupakan konsep realistis yang mencakup Internet of Things, internet industri, pabrik cerdas dan pabrik berbasis cloud. Industri 4.0 menyangkut ketatnya integrasi manusia dalam proses manufaktur sehingga memiliki peningkatan yang berkelanjutan dan fokus pada aktivitas bernilai tambah dan menghindari pemborosan. (Vaidya, et al, 2018)

Menurut Schwab, revolusi 4.0 akan membawa perubahan dengan kecepatan, skala dan kekuatan yang tidak seperti yang kita alami sebelumnya. Akses ke teknologi akan menyebar seperti api. Hampir setiap orang akan dapat menemukan produk dan layanan baru dengan murah dan cepat. Model bisnis
masing-masing dan setiap industri akan berubah. Berdasarkan analisis Mckinsey Global Institute, Industri 4.0 memberikan dampak yang sangat besar dan luas, terutama pada sektor lapangan kerja, di mana robot dan mesin akan menghilangkan banyak lapangan kerja di dunia. Sehingga dibutuhkan upaya untuk menghindari dunia dari pengangguran, produktivitas rendah, dan ketimpangan, dengan memastikan revolusi industri keempat benar-benar meningkatkan keadaan dunia.

Menurut Satya (2018), dalam menghadapi era revolusi industri keempat, sektor industri nasional perlu banyak berbenah, terutama dalam aspek penguasaan teknologi yang menjadi kunci penentu daya saing. Setidaknya terdapat lima teknologi utama yang menopang pembangunan sistem Industri 4.0, yaitu Internet of Things, Artificial Intelligence, Human-Machine Interface, teknologi robotik dan sensor, serta teknologi 3D printing. Kelima unsur tersebut harus mampu dikuasai oleh perusahaan manufaktur agar dapat bersaing. Dalam hal ini pemerintah juga harus memiliki peran dalam penenntuan strategi mengantisipasi dampak negatif dari Industri 4.0.

Maka dapat disimpulkan, bahwa perkembangan menuju industri 4.0 memiliki dampak yang besar pada industri manufaktur, dimana hal ini sangat membantu manusia dalam memenuhi permintaan atau keinginan manusia yang selalu berubah ataupun bertambah seiring perubahan waktu. Namun, disisi lain tidak lupa juga bahwa perkembangan menuju industri 4.0 ini juga memiliki dampak buruk, yaitu tergantikannya sebagian besar peran manusia dalam bidang industri manufaktur dan mengacaukan bisnis konvensional. Sehingga untuk menghadapi dampak tersebut dibutuhkan langkah-langkah strategis peningkatan sumber daya manusia salah satunya dengan peningkatan pendidikan dan perlunya peran pemerintah agar penerapan sistem industri 4.0 dapat dimanfaatkan secara optimal.
* Oleh : Sislein Sipahutar.Mahasiswi Manajemen Rekayasa, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Del

Referensi Davies, R. (2015). Industry 4.0: Digitalisation for productivity and growth. European Parliamentary
Research Service.
Manik, Y. (2015). Learning Strategy in Industry 4.0. Laguboti, Sumatera Utara, Indonesia.
Satya, V. E. (2018). Strategi Indonesia Menghadapi Industri 4.0. Info Singkat: Kajian Singkat Terhadap
Isu Aktual dan Strategis.
Schwab, K. (n.d.). The Fourth Industrial Revolution. World Economic Forum.
Stock, T., & Seliger, G. (2016). Opportunities of Sustainable Manufacturing in Industry 4.0. 13th Global Conference on Sustainable Manufacturing - Decoupling Growth from Resource Use. Germany: Elsevier B.V.
Vaidya, S., Amdad, P., & Bhosle, S. (2018). Industry 4.0-A Glimpse. 2nd International Conference on




Pasang Iklan Anda di Sini..