Petani Minta Regulasi Jual Beli Pupuk Dipertegas oleh Pemda


Tapanuli Media Center

Sejumlah petani dikecamatan Gapura Sumenep, Jawa Timur,  meminta pemerintah lebih tegas mengawasi transaksi jual beli pupuk bersubsidi yang terkesan mulai semraut. Sebab saat ini pupuk lebih mudah didapatkan dipasaran dari pada membeli ditoko resmi yang selama ini  melalui kelompok tani.
“Contohnya untuk dapat pupuk SP36 saya harus membeli ditoko biasa, karena dikelompok tani stoknya belum ada,” Keluh salah seorang petani setempat Abdur Rahem, Jumat (01/03/2019).
Selama ini para petani diharuskan membuat kartu tani karena dijanjikan akan lebih mudah untuk mendapatkan program-program pertanian yang diluncurkan pemerintah,  diantaranya pupuk bersubsidi. Namun dengan kejadian tersebut petani merasa trauma.
“ Jika seperti ini terjadi, maka sama saja petani memiliki kartu tani ataupun tidak, karena ralitanya memang seperti ini, “ Imbuhnya.
Sementara itu ketua komisi II DPRD Sumenep Nurus Salam mengaku segera melakukan rapat internal di komisinya, apakah kejadian itu bersifat kasuistik atau sudah merata. Selain itu komisi II juga akan berkoordinasi dengan intansi terkait.
“Terimakasih infonya, dan lebih baik jika dilengkapi dengan data detil, sehingga kita lebih mudah mengeceknya, “pungkasnya. (M.Rosikin-Sumenep-Jatim)