Rabu, 27 Maret 2019

Lahirnya Gerakan 'Ayo Nyoblos, Ayo Pantau Pemilu 2019'



Tapanuli Media Center

Sejumlah aktivis membentuk Gerakan ‘Ayo Nyoblos Ayo Pantau’. Gerakan ini adalah sebuah gerakan masyarakat sipil yang digaungkan oleh aktivis dari berbagai lembaga dan komunitas untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam membantu mewujudkan pemilu damai dan berkualitas. 
Selain mengajak untuk menggunakan hak pilihnya, gerakan ini juga mengajak masyarakat untuk memantau proses pemilu dan melaporkan hasil penghitungan pemilihan presiden (pilpres). Gerakan ini terbuka bagi seluruh elemen masyarakat yang mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menginginkan proses demokrasi di Indonesia semakin baik.
Sejumlah lembaga dan komunitas yang bergabung dalam gerakan ini, antara lain: Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Komisi Kerasulan Awam KWI, dan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN).
Selain itu Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), Parisada Hindu Dharma Indonesia, Gerakan Pemuda (GP) Anshor, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI). 
Ada pula Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), Wahid Institut, Komite Pemilih Indonesia (Tepi), Gerakan Kebangsaan Indonesia, Pena HAM, Forum Keamanan Informasi (Formasi), Asosiasi Perguruan Tinggi Komputer (APTIKOM), Komunitas Beneran Indonesia, serta Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).
Benyamin Lumy, salah satu inisiator Gerakan Ayo Nyoblos Ayo Pantau, mengajak masyarakat menggunakan hak konstitusinya untuk memilih dan memantau Pemilu 2019 sebagai bentuk partisipasi aktif warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Oleh karena itu, kami dari berbagai lembaga dan komunitas yang menginginkan Pemilu 2019 berjalan damai dan berkualitas, menginisiasi Gerakan Ayo Nyoblos yang bertujuan membantu masyarakat untuk mempersiapkan diri menyambut Pemilu 2019,” katanya di Jakarta, Rabu (27/3/2019).
“Sehingga siap menggunakan hak pilihnya serta menjadi pemilih yang cerdas, cermat, menggunakan hati nurani,” sambung Benyamin.
Benyamin menambahkan, program-program Gerakan Ayo Nyoblos Ayo Pantau meliputi edukasi dan sosialisasi informasi penting seputar Pemilu 2019.
“Gerakan ini kami lanjutkan dengan Gerakan Ayo Pantau yang mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam mengawal suara rakyat melaporkan tindakan kecurangan sebelum 17 April dan pada hari H nanti,” ujar Benyamin. 
Gerakan Ayo Nyoblos diawali dengan roadshow sosialisasi dan edukasi di 6 kota Jabodetabek dan Jawa Barat beberapa waktu sebelumnya. Gerakan ini kemudian meluas saat respon masyarakat yang ditemui sepanjang proses sosialisasi kian antusias, termasuk ketika memfasilitasi mereka yang ingin berpartisipasi dalam pemantauan pemilu.
Dari gerakan itulah maka kemudian lahir Gerakan Ayo Pantau yang mengajak dan memfasilitasi warga untuk berpartisipasi aktif dalam pemantauan Pemilu 2019, khususnya hasil penghitungan Pilpres di TPS dengan metode Real Count (minimal 80% dari total jumlah TPS).
“Gerakan Ayo Pantau mengajak masyarakat untuk meluangkan waktu, tenaga, dan pemikiran dalam memantau proses Pemilu 2019. Kita berjuang bersama menjadi Relawan Pemantau Pemilu agar Pemilu 2019 menjadi pemilu yang damai dan berkualitas,” imbuh Beny.
Khusus pemantauan hasil penghitungan Surat Suara Capres-cawapres, Gerakan Ayo Pantau menghadirkan Program Kawal Pilpres, yang bertujuan mengawal hasil penghitungan suara khusus Pilpres di TPS pada tanggal 17 April 2019. Tiga prinsip program Kawal Pilpres, adalah: Netral, Berintegritas, Terbuka. (*Joni Budi)
Pasang Iklan Anda di Sini..