Rabu, 06 Februari 2019

Kapolda Sumut Ajak Umat Muslim Hindari Politik Identitas Jelang Pilpres 2019


TapanuliMedia Center

Kepala kepolisian daerah Sumatera Utara Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Agus Andrianto mengajak seluruh umat muslim untuk menghindari politik identitas jelang pemilihan Presiden dan wakil presiden serta pemilihan anggota legislatif tahun 2019.
Agus Andrianto mengatakan jelang pemilu 2019 pada 27 April mendatang, politik identitas terhadap agama sudah terjadi sejak dua tahun terakhir. Maka, jenderal bintang dua ini mengingatkan kepada seluruh umat muslim untuk cerdas dan pro aktif dalam melawan politik identitas yang mengatasnamakan agama islam, yang bisa menciderai kesucian islam di masyarakat.
"Situasi kebangsaan kita dua tahun ini memang sedang mengalami cobaan khususnya politik identitas terhadap agama. Pemilu lalu menciptakan ekses masyarakat dan tidak hanya komunitas non muslim, tapi juga muslim," ucap Agus Andrianto pada acara doa kebangsaan dan silaturahim akbar antara Kapolda Sumut dengan ustad/ustadzah, guru ngaji se Sumut, Rabu (6/2/2019) di Gedung MICC, Medan Sunggal.
Agus mengatakan tujuan kegiatan tersebut tentu dalam rangka menjalin silaturahim antar ulama yang dihadiri tujuh kabupaten/kota Se Sumut. Kegiatan ini juga dilaksanakan untuk mempererat kerukunan antara ustad/ustadzah dengan Umaroh dalam rangka menjaga situasi yang aman, sejuk dan damai jelang pemilu 2019.
"Kegiatan ini tidak lain dan tidak bukan dalam rangka menjalin silaturahim antara ulama dan diikuti 7 kabupaten kota antara ustad dengan Umaroh. Ustad dan ustadzah mengajarkan kebaikan kepada santri dan jamaah. Umaroh tidak hanya mengajak dan menghimbau masyarakat, tapi memerangi kekejian yang terjadi agar Kamtibmas di Sumut bisa kita jaga bersama," harap Kapolda.
Tidak hanya di jajaran Polda Sumut, hubungan harmonis juga harus dikuatkan di jajaran Polres dan Polsek demi menjaga stabilitas Kamtibmas menjelang Pemilu 2019. "Mudah -mudahan silaturahim di seluruh jajaran Kapolres dan Polsek terjadi hubungan harmonis antara ulama dan Umaroh sehingga terjaga stabilitas Kamtibmas, kerukunan masyarakat jelang Pilpres," imbau Kapolda.
Lebih lanjut Agus menilai saat ini perbedaan yang ada justru tidak menjadi perekat dan saling menguatkan. Justru bisa memecahbelah silaturahim antar sesama bangsa Indonesia di tengah pluralisme agama, suku, budaya, dan identitas politik. Maka, Agus mengajak seluruh masyarakat dan para ustad, ustadzah serta guru ngaji untuk menciptakan syiarnya yang sejuk dan bermanfaat bagi generasi bangsa Indonesia yang berkarakter iman dan Islam. 
"Saya mengutip  apa yang dikatakan  Bisri Mustofa bahwa orang dulu gak kenal agama rukun. Tapi, sekarang orang gak punya agama dirusihin. Kemudian sejak orang mengenal agama, lalu karena beda tuhan dimusuhi. Kemudian orang yang sama Agama, kitab, nabi juga dimusuhi karena paham beda. Begitu agama, kitab, nabi, juga paham sama dimusuhi karena aliran berbeda, partainya beda, dan pendapatannya beda," jelas Kapolda. 
Kapolda mengajak dan menghimbau seluruh ustad dan ustadzah untuk bersentuhan langsung dengan umat dalam merapatkan barisan menjaga keutuhan dan persatuan NKRI jelang Pilpres 2019. Termasuk menjaga keagungan dan kesucian Islam dari pihak yang ingin sengaja membuat Islam menjadi kecil. Termasuk mengajarkan kandungan isi Alquran secara benar dan tepat.
"Kami himbau kepada para ustad dan ustadzah untuk bersentuhan langsung di bawah. Mari rapatkan barisan untuk negara dan anak cucu kita dan jangan sampai Islam yang agung dan suci menjadi kecil. Saat ini ajaran Alquran dikecilkan dan orangnya malah yang dibesarkan. Ajarkan Alquran tidak hanya kulitnya saja," pinta Kapolda.
Sementara Haddad Alwi dalam tausiyahnya mengatakan Islam itu adalah agama penuh kecintaan antara sesama umat muslim maupun umat lainnya. Haddad meminta kepada seluruh ustad, ustadzah dan guru ngaji untuk jangan mau dipecah belah oleh pihak manapun yang ingin memanfaatkan politik identitas.
"Indonesia ini mudah dipecahkan dengan politik identitas. Maka jangan mau dipecah belah. Kita sebagai umat muslim harus menjaga kebesaran agama Islam," ucapnya.
Sementara ustad Al Habib Jindan Bin Novel bin Salim Bin Juga dalam tausiyahnya berpesan agar seluruh umat Islam untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan, sehingga tidak mudah terpecah belah. Al Habib juga berpesan kepada seluruh umat untuk mentauladani aklhak dan sifat Rasulullah Muhammad SAW, yang sabar dan ikhlas saat diadu domba dan dibenci umat lain.
"Kita seharusnya menjadi manusia -manusia terbaik dihadapan Allah. Tetapi orang yang mencintai sesama lain malah dipecah. Maka hindari kebencian, kedengkian, dan hindari adu domba sesama manusia. Mari kita tauladani ajaran nabi Muhammad SAW," ucapnya. 
Kegiatan selain dihadiri ribuan umat muslim dari tujuh kabupaten / kota, turut hadir walikota Medan Tengku Dzulmi Eldin, Forkopimda, OPD, dan jajaran petinggi Polda Sumut. (Joko Saputra)
Pasang Iklan Anda di Sini..
Untuk Kerjasama Iklan dan Kampanye dan Sosialisai Melaliu Media Massa Pada Masa Kampanye..Hubungi Kami.CV.TAPANULI MEDIA.Tlp.081265186770. Email:tapanulimedia@yahoo.co.id
DAIRI
TAPUT
HUMBAHAS SAMOSIR