Selasa, 22 Januari 2019

TTP di Kurangi Ratusan ASN Demo dan Abaikan Pelayanan, Dir.RSUD dr. Pirngadi Medan Kecewa


TapanuliMedia Center.

Buntut Aparatur Sipil Negara (ASN) RSUD dr. Pirngadi Medan melakukan aksi unjukrasa ke Kantor Wali Kota Medan, Senin (21/1/2019) siang ,Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan, Suryadi Panjaitan mengaku kecewa dengan sejumlah pegawai rumah sakit yang menggelar aksi unjukrasa terkait pengurangan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP), sehingga mengabaikan pelayanan kepada masyarakat.

Suryadi menyayangkan, karena akibat aksi tersebut, para ASN justru melanggar disiplin dan mengabaikan kewajibannya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dia menegaskan, para pegawai yang meninggalkan tugasnya tersebut dapat dikenakan sanksi sesuai PP 53/2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. 

Mereka tidak boleh sembarangan meninggalkan pelayanan. PP 53 kan ada, itu saja kita ikuti. Dia menelantarkan layanan. Yang jelas disiplin nggak ada," kata Suryadi kepada wartawan di Medan, Selasa (22/1/2019).

Menurut Suryadi, pihaknya sudah beberapa kali menjelaskan kepada para pegawai mengenai pengurangan TPP tersebut dan menurutnya para pegawai telah memahaminya.

Dikatakan Suryadi, pihaknya juga telah memfasilitasi pertemuan antara pegawai dengan panitia dari Pemko Medan untuk mempertanyakan hal tersebut,
"Bingung kita, maunya apa sih  kita sudah terima baik-baik, sudah beberapa kali kita menjelaskan dalam pertemuan, dan mereka mengerti. Tapi tiba-tiba begini," ujarnya.

"Ada tim yang dibentuk Pemko untuk membahas kelanjutannya. Mestinya disampaikan pada panitia itu. Kami juga sampaikan ke Pemko untuk memfasilitasi itu. Pemko terus mencoba mana yang bisa diperbaiki. Tapi kan butuh waktu, tidak semudah itu," ujarnya.

Suryadi menjelaskan, pengurangan TPP tersebut merupakan kebijakan Pemerintah Kota Medan yang dituangkan dalam Perwal Nomor 44 Tahun 2017 tentang TPP ASN Pemko Medan. Keputusan tersebut sudah diberlakukan sejak Juli 2017.

Dia menambahkan, pengurangan TPP tidak hanya diberlakukan kepada pegawai RSUD dr Pirngadi Medan, tetapi juga beberapa OPD lain, seperti Dinkes Medan. Ada beberapa OPD yang seperti itu, Dinkes. Kenapa kita nggak dapat TPP karena kita sudah dapat jasa medis. Makanya terjadi pengurangan 50 persen. Itu karena aturan bukan dikantongi dan bukan kebijakan RS. "Saya pun kena sebagai pimpinan, Pimpinan OPD juga kena semua dan kita harus taat pada peraturan.

Suryadi juga mengaku siap jika dipanggil oleh DPRD Kota Medan terkait hal tersebut,Tidak apa-apa, kita siap saja. Kan hal tersebut  bukan keputusan Pirngadi, ujar suryadi.

Salah seorang ASN mengaku mendapat Rp2,4 juta/bulan untuk TPP. Tetapi sejak Juli 2017 hingga sekarang menjadi Rp1,9 juta.Dia mengaku heran karena TPP untuk pegawai RSUD Pirngadi terus berkurang setiap tahun sebesar Rp500 ribu. Padahal TPP pada SKPD sebaliknya malah dinaikkan menjadi Rp3,4 juta. 

Dalam unjuk rasa itu, para pegawai yang bekerja di RSUD Pringadi Medan meminta Wali Kota Medan mencabut atau merevisi Perwal Nomor 44 Tahun 2017 karena telah menggerus TPP ASN di RSUD Pirngadi.(Edward Hutabarat/Harapan Sagala)
Pasang Iklan Anda di Sini..