Kamis, 06 Desember 2018

Pelaku Penjual Blangko E-KTP di Toko E-Commerce Ternyata Anak Dari Mantan Kadis


Tapanuli Media Center.

Dari informasi yang di himpun, menurut penjelsan Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh mengungkapkan bahwa pelaku yang menjual Blangko Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) di Toko e-commerce adalah anak dari seorang mantan Kepala Dinas Dukcapil di Tulangbawang, Lampung.

Ia menjelaskan bahwa dirinya melakukan pelacakan secara cepat dan dapat diungkap dalam waktu 3 hari. Menurutnya pelaku mengambil blangko sebanyak 10 keping dari ayahnya yang dahulu masih menjabat. Dia mengambil dari ayahnya yang dulu kepala dinas dukcapil, jadi kami melakukan langsung melakukan pelacakan, dan sudah datangi rumahnya,ujar 
Zudan Arif Fakrulloh pada  Kamis (6/12/2018).

Pelaku tersebut, lanjut Zudan, telah melanggar Pasal 96 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan, dan pelaku tersebut sudah membuat kejahatan.

Adapun Bentuk kejahatannya telah melanggar pasal 96 karena sudah mendistribusikan, menjual dokumen-dokumen negara secara ilegal dan sanksinya maksimal 10 tahun penjara dan dendanya Rp 1 miliar, tegasnya.

Ia mengimbau bagi para masyarakat yang ingin melakukan kejahatan seperti memalsukan dokumen pemerintah. Menurutnya pihak Kemendagri akan melacaknya secara mudah jika ada yang melakukan perbuatan seperti itu lagi.

Kami ingin sampaikan kepada siapapun juga jangan main-main dengan blanko KTP elektronik karena semua terdata dengan baik, dan ini konsennya adalah kalau asli blankonya kami mudah melacak tapi kalau blanko palsu ya sulit karena tidak ada cheapnya, Sebelumnya, tim Harian Kompas menemukan blangko E-KTP dijual secara bebas di platform e-dagang dan Pasar Pramuka Pojok, Jakarta Pusat,
pungkasnya.

Untuk saat ini pelaku penjual di toko e-commerce sudah ditangkap. Namun, untuk pelaku di Pasar Pramuka Pojok, Jakarta Pusat, masih dalam proses investigasi. Diduga Blangko E-KTP lama dijual seharga Rp 150 ribu, sementara yang baru dijual dengan harga Rp 50 ribu lebih mahal. 

Tidak hanya satu dua lembar, penjual bahkan mampu menyediakan 200-300 lembar blangko jika dibutuhkan. Selain itu, mereka juga mengaku bisa membuatkan E-KTP aspal (asli tapi palsu) dengan harga yang harus dibayar adalah Rp 500 ribu.
(News Gathering/Writting: Pembela Butar-butar)
Pasang Iklan Anda di Sini..
Untuk Informasi dan Konsultasi Sistem Informasi Desa(SID)Di Desa Anda...Silahkan Hubungi Kami.CV.TAPANULI MEDIA.Tlp.081265186770. Email:redaksitapanulimedia@gmail.com ..Kami Siap membantu Desa Anda...
DAIRI
TAPUT
HUMBAHAS SAMOSIR
NUSANTARA
SOROTAN PUBLIK