Jumat, 28 Desember 2018

Miris..Hanya 3 Perguruan Tinggi Indonesia Masuk Peringkat 500 Terbaik Dunia


TapanuliMedia Center
Sektor pendidikan merupakan salah satu prioritas utama Indonesia, dalam membentuk generasi berkualitas dan kompetitif.
Keberadaan perguruan tinggi menjadi faktor penting dalam mewujudkan hal itu.
Namun, sayangnya hingga tahun ini perguruan tinggi Indonesia tidak banyak yang berhasil masuk dalam peringkat terbaik dunia.
Menteri riset teknologi dan pendidikan tinggi RI, Muhammad Nasir, mengatakan dari ribuan perguruan tinggi dalam negeri, hingga November 2018 baru 3 diantaranya yang berhasil masuk dalam daftar 500 perguruan terbaik dunia.
"Masih sangat sedikit, jika dihitung kita ada 4600 perguruan tinggi maupun swasta. Yang masuk kelas dunia di 500 besar sampai sekarang baru tiga. Pada pemerintahan Jokowi baru ada satu yang masuk kelas dunia. Jadi, memasuki tahun kelima (pemerintahan Joko Widodo), ada tiga perguruan tinggi Indonesia yang masuk kelas dunia, diantaranya Universitas Indonesia, Institut teknologi Bandung (ITB) dan universitas Gajah Mada (UGM)," ujar Muhammad Nasir ketika dikonfirmasi di Jakarta, Senin (24/12/2018).
Menurut Muhammad Nasir, sisi lain dari perguruan tinggi dalam negeri adalah hingga saat ini baru ada satu perguruan tinggi swasta yang terakreditasi "A".
"Ini juga harus didorong kualitas perguruan tinggi swasta, karena yang mendapatkan akreditasi "A" di luar Jawa belum ada. Dan, cuma ada satu yaitu Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar,"terangnya.
Muhammad Nasir menambahkan, pemerintah saat ini mendorong lebih intensif baik perguruan tinggi negeri maupun swasta, untuk meningkatkan kualitas sebagai upaya menghadapi daya saing yang semakin ketat.
"Program yang selalu kami dorong untuk perguruan tinggi negeri dan swasta, dimana harus dihilangkan dikotomi negeri maupun swasta. Tidak ada bedanya antara negeri maupun swasta. Untuk itu dalam rangka ini penting perguruan tinggi yang bermutu dicari masyarakat,"imbuhnya.
Muhammad Nasir menjelaskan, saat ini Indonesia dituntut untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya masing-masing.
"Arahan presiden dan wapres bahwa lulusan harus punya kompetensi sesuai bidangnya masing-masing. Jangan sampai para lulusan itu tidak kompetitif didunia usaha.
Semoga para dosen bisa melakukan perubahan-perubahan,"tutup Muhammad Nasir(cc.rri-retno.m /NW:hs)


Pasang Iklan Anda di Sini..