Praktisi Hukum ; Tindakan Bupati Taput dan Jajarannya Tidak Melanggar Peraturan.


Tarutung,TAPANULIMEDIA.

Terkait dengan adanya  laporan/pengaduan dari sejumlah  pemilik cafe/tempat hiburan malam  dan lapo tuak  kepada pihak Poldasu  dari Desa Pansurnapitu Kec.Siatas Barita atas  tindakan saat kegiatan razia   cafe remang-remang oleh  Bupati Kab.Taput dan sejumlah pimpinan SKPD baru-baru ini , menurut salah seorang praktisi hukum asal tapanuli utara ,Roder Nababan  menyebutkan, bahwa perihal tindakan  oleh Bupati kab.Taput  beserta jajaranya saat kegiatan razia   cafe remang-remang   tidak menyalahi ketentuan dan peraturan atau pelanggaran   sebagaimana dengan  aduan pihak pelapor. 

Dari penelusuran informasi dilapangan,  sejumlah pemilik cafe  yakni, C.Chasandra M.Purba (34), Lamhot Gultom (40), Winda Wati Rezeki (27) dan Pantun Silaban (39) melaporkan pengaduan terkait  tindakan saat kegiatan razia   cafe remang-remang oleh  Bupati Kab.Taput dan sejumlah pimpinan SKPD  ke  Polda Sumut pada tanggal 15 November 2016 yang lalu di dampingi oleh Kuasa Hukum pelapor Boasa Simanjuntak, SH dan Rustam H. Tambunan.


Sebagai seorang praktisi hukum ,Roder  menegaskan, mencermati  pasal 48  s/d pasal  51 KUHP , Bahwa Tindakan Bupati Kab.Taput beserta jajarannya saat razia  cafe remang-remang  sebagaimana dengan yang dituduhkan pihak terlapor kepada pemkab.taput  , hal tersebut  tidak melanggar hukum  dan  bukan sebuah tindak pidana. Demikian hanya juga dengan Anggota satpol PP yg melakukan pembongkaran karena Tugas yg sesuai dgn peraturan Tidak dapat dipidana., Roder mencotohkankan Tim Regu Tembak yg mengeksekusi terpidana mati karena tugas mereka tidak dapat di pidana. Boleh buka cafe asal mengindahkan kebebasan yg bertanggungjawab yg artinya kebebasan yg dimilikinnya tidak mengganggu kebebasan org lain, buktinya masyarakat sekitar telah keberatan atas pembukaan cafe tersebut ,
Secara umum   berbagai elemen masyarakatpun juga sebelumnya  secara langsung telah menyampaikan dan menyuarakan hal tersebut kepada Pemkab.Taput untuk bertindak menutup cafe-cafe tersebut. 

Penutupan cafe  tersebut sudah  tepat , sebelumnya  pihak pemkab.taput bersama pihak terkait  sudah ada peringatan secara lisan/tulisan kepada mereka ,  namun hal tersebut tidak di hiraukan hingga akhirnya  Bupati kab.Taput  secara langsung melakukan razia disejumlah cafe / tempat hiburan di Desa Pancurnapitu, pada tanggal 3, 4 dan 5 November 2016 yang lalu, Terhadap tindakan penutupan pada saat razia cafe remang-remang  yang tidak memiliki ijin serta warung tuak  yang dilakukan oleh pemkab.taput, menurut Roder sebagai putra asal Taput sepatutnya kita masyarakat dukung dan apresiasi  mengingat kota Tarutung sebagai Ibukota Kabupaten Tapanuli Utara dan sebagai Icon Kota Wisata Rohani,ujar Roder ( Tim/Red)