Sabtu, 20 Agustus 2016

Panitia Kemerdekaan Pesona Danau Toba 2016 dinilai lecehkan Kab.Simalungun,Bupati JR Saragih Protes.


TapanuliMedia,Parapat
Terkait tidak dicantumkannya nama Kab.Simalungan pada Baliho 
dan iklan Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba yang diselenggarakan mulai  saptu (20/8) sampai dengan Minggu (21/8) di Balige dan Parapat, Bupati Simalungun JR Saragih merasa kecewa kepada panitia acara Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba di Parapat, Sumatera Utara.

Menurut  Saragih, Simalungun sebagai salah satu miniatur Indonesia, di mana, daerah pimpinannya itu terdapat berbagai macam suku. Saya mohon maaf atas kesalahan ini. Kesalahan ini adalah milik saya. Ke depan akan dikoreksi. Simalungun miniatur Indonesia karena ada semua di Simalungun, seperti Jawa dan Toba, Mandailing," kata Saragih, saat jumpa pers di Hotel Inna Parapat, Sabtu (20/8).Sebelumnya disampaikan, Saragih meneteskan air mata karena merasa suku Simalungun dikucilkan saat Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba tersebut.

Saya mendapat protes dari masyarakat mengapa ada pengkotak-kotakan suku. Bapak (Menteri Pariwisata) gunakan pakaian adat Toba. Padahal di sini wilayah Simalungun," kata Saragih.Untuk itu, Saragih melayangkan protes kepada panitia acara lantaran tidak mencantumkan nama Simalungun pada baliho dan iklan Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba di Parapat,Pada iklan acara kegiatan panggung apung dan Karnaval disebutkan, di Toba Samosir, dan Pulau Samosir. Seharusnya di Simalungun," katanya.(HS)
Pasang Iklan Anda di Sini..