Headline

PILKADA TAPUT 2018

Nikson-Sarlandy Nomor Urut 1 Di Pilkada Taput 2018

Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-58

Juli 23, 2018


TapanuliMedia.co.id
Memperingati Hari Bhakti Adhyaksa ke-58 ,Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan, M. Si bersama Kapolres Tapanuli Utara AKBP Horas Marasi Silaen, Dandim 0210/TU Rico Siagian didampingi Sekda Edward Tampubolon ,Kepala Kejaksaan Tapanuli Utara Tatang Darmi bertindak selaku Inspektur Upacara, di Halaman Kantor Kejaksaan Tapanuli Utara, Senin (23/07).
Dalam sambutannya, Kajari Taput menyampaikan arahan dan motivasi bagi jajaran kejaksaan. "Kewajiban selaku institut penegak hukum untuk sebuah keadilan, peringatan ini harus dimaknai sebagai moment yang baik untuk intropeksi, motivasi dan meninggalkan cara-cara lama dan tidak relevan sehingga kepentingan masyarakat dapat terlayani. Tema peringatan Adhyaksa ini adalah berkarya dan berbhakti sepenuh hati. Penegak hukum harus mampu menjaga ritme dalam penegakan hukum di tengah tengah keberagaman," ujar Tatang mengawali.
"Saat mengemban tugas harus mampu memenuhi keinginan dan kebutuhan masyarakat. Juga diikuti analisa yang mendalam dan kritis. Bukan hanya mengejar kuantitas tapi juga harus tetap menjaga kualitas. Berbuat kebaikan merupakan hal yang sangat penting. Tugas kita akan sangat bermakna apabila bekerja dengan baik dan setulus hati. Selaku abdi dengan harus mampu memberi rasa aman dan keadilan bagi masyarakat. Maksimalkan pengabdian dan pupuk semangat bekerja dan kebersamaan yang solid, " ujar Tatang mengakhiri.
Upacara diikuti oleh seluruh jajaran Kejaksaan Negeri Tapanuli Utara dan juga dihadiri para Staf Ahli Bupati/Asisten/Pimpinan OPD/Kabag, para tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.(Harapan.S)

Partai NASDEM Kab. Taput Semakin Terdepan.

Juli 21, 2018


TapanuliMedia.co.id

Keberhasilan Partai NASDEM di Kabupaten Tapanuli Utara saat ini semakin terdepan. Hal tersebut di buktikan dengan Partai besutan Surya Paloh itu sebelumnya telah berhasil Lolos verivikasi persyaratan pendaftaran di KPUD Tapanuli Utara.

Keberhasilan Partai  
NASDEM  Tapanuli Utara tidak terlepas dari kinerja Ketua  Taput, NASDEM Fatimah Hutabarat, SE bersama dengan pengurus lainnya. Semenjak partai non mahar ini di pimpin oleh Fatimah Hutabarat, perubahan itu terlihat jelas mulai dari struktur kepengurusan ,organisasi sayap partai mulai dari tingkat kabupaten bahkan sampai ke tingkat desa dan kelurahan di 15 Kecamatan se Kabupaten Tapanuli Utara.

Melihat kemumpunian Partai NASDEM serta figur Ketua Partai NASDEM   Taput, banyak sudah membidik partai NASDEM  menjadi perahu mereka menuju Legislatif 2019, hal ini juga tidak terlepas dari Pengusungan Partai  NASDEM kepada Pasangan Drs.NIkson Nababan-Sarlandy Hutabarat yang unggul memperoleh suara tertinggi di Pilkada Taput 2018.

Target kita minimal 8 Kursi  dari 35 kursi di DPRD Taput 2019 mendatang, karena di periode sebelumnya NASDEM meraih 5  kursi. Dengan mempersiapkan kader-kader terbaik, Fatimah yakin hal tersebut akan dapat diraih. Untuk itulah mulai dari tingkat DPP-DPD  Partai  NASDEM sudah mempersiapkannya untuk legislatif 2019 mendatang.

Disebutkan oleh Fatimah,bahwa Komitmen dan Aturan di NASDEM sangat Jelas dan terarah ,Hal itulah yang menyebapkan partai 
NASDEM  selalu dilirik, Selain tanpa Mahar, Nasdem benar benar mempersiapkan  kader-kadernya yang mau membawa perubahan dan mau bekerja demi kemajuan Tapanuli Utara.

Juga halnya menurut Ketua GARDA NASDEM Taput Samuel Basar Hutauruk, ST MA penjaringan Bacaleg  secara internal partai  sudah dilakukan jauh sebelum partai lain bergerak. hal tersebut sebagi bukti bahwa partai NasDem serius mencari Bacaleg yang benar-benar siap dan layak jual. Partai Nasdem tidak ada mahar  atau bayar partai maka dengan demikian  Nasdem taput sangat menseleksi bacaleg -bacaleg yang benar-benar siap dan layak jual sesuai dengan perintah Pak Ketum Surya Paloh.

Oleh karena hal tersebut, juga menurut Fatimah Hutabarat, Saya selaku ketua Partai 
NASDEM taput mengucapkan terimakasih kepada seluruh pengurus dan kader partai NASDEM  Taput yang selalu solid dan bekerja keras untuk kemajuan Partai Nasdem Taput serta untuk kemajuan Kabupaten Tapanuli Utara. Maka dengan Demikian semboyan Partai NASDEM , Bersatu,Berjuang dan Menang akan terwujud di bumi Tapanuli Utara(Harapan Sagala)























21 Juli,Lillehammer Affair: Jejak Kegagalan Operasi Intelijen Mossad

Juli 21, 2018
 
  TapanuliMedia.co.id
Agen Intelijen Israel, Mossad yang dikenal memiliki kemampuan luar biasa ternyata pernah salah membunuh targetnya. Seharusnya, Mossad membunuh Ali Hassan Salameh yang memimpin kelompok militan Palestina. Akan tetapi para agen Mossad justru membunuh adik dari musisi terkenal Norwegia, Ahmed Bouchikhi.
Sebelumnya, Mossad mendapatkan informasi dari agen lapangan bernama Victor Ostrovsky yang menyebutkan  Ali Hassan sedang menyamar dan bekerja sebagai pelayan di sebuah rumah makan yang terletak di kota Lillehammer, Norwegia. Mossad akhirnya menurunkan 15 agen untuk melakukan pengintaian dan melakukan eksekusi terhadap Ali.
Saat di lapangan, agen Mossad mencocokkan foto Ali Hassan dengan Ahmed Bouchikhi dan memang keduanya memiliki kemiripan. Untuk memastikan targetnya, agen Mossad juga mengikuti Bouchikhi ke pemandian umum dan melihatnya berbicara dengan seorang kurir Palestina. Walaupun pertemuan tersebut hanya sebuah kebetulan namun, pihak Mossad membenarkan identitas Bouchiki sebagai Ali Hassan.
Selain itu, Bouchiki juga sempat mengobrol dengan seseorang temannya menggunakan bahasa Perancis. Ali Hassan juga diketahui menguasai beberapa bahasa asing sehingga menguatkan keyakinan agen Mossad bahwa Bouchiki adalah Ali Hassan.
Eksekusi dilakukan pada 21 Juli 1973 saat Bouchiki dan istrinya sedang berjalan kaki ke rumahnya usai menonton film. Mobil yang ditumpangi empat agen Mossad tiba-tiba mengadang perjalanan mereka, dua orang agen turun dan segera menembak Bouchikhi sebanyak 13 tembakan dengan senjata api kaliber 22. Setelah itu, para agen Mossad tersebut segera pergi.
Lillehammer merupakan kota kecil yang jarang sekali terjadi kejahatan. Pembunuhan Bouchiki merupakan kasus yang pertama setelah 36 tahun tidak pernah terjadi di daerah tersebut. Berita tewasnya Bouchikhi menjadi headline surat kabar lokal keesokan harinya. Inilah kemudian yang menyadarkan Mossad mereka telah salah membunuh target.
Pihak Norwegia segera melakukan tindakan cepat memburu para agen Mossad dan berhasil menangkap enam orang. Keenamnya kemudian disidang dan dijatuhi hukuman penjara karena terlibat dalam pembunuhan. Kegagalan operasi yang dipimpin Michael Harari ini mempermalukan Mossad di dunia Internasional. Peristiwa pembunuhan ini masuk dalam sejarah gagalnya Mossad dan dikenal dengan peristiwa Lillehammer Affair. (DBS/Dari Berbagai Sumber)

KPK OTT Artis Inneke Koesherawati dan Kalapas Sukamiskin.

Juli 21, 2018

  TapanuliMedia.co.id

Artis Inneke Koesherawati menjadi salah satu dari enam orang yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Satgas Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi pada Sabtu, 21 Juli 2018.  
Adapun kelima orang lainnya yakni Kalapas Sukamiskin Wahid Husen, Hendri, sopir kalapas; terpidana kasus korupsi proyek satelit monitoring di Bakamla, Fahmi Darmawansyah; Andri, narapidana Tipikor tahanan pendampingnya Fahmi dan Dian Anggraini. Diketahui Fahmi adalah suami Inneke Koesharawati
"Sabtu pagi ini yang dapat kami konfirmasi terlebih dahulu, benar tadi menjelang tengah malam tim penindakan KPK menjalankan tugasnya di Sukamiskin, Bandung," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Jakarta, Sabtu, 21 Juli 2018.
Menurut Syarif, KPK mendapat informasi dari masyarakat. "Setelah kami 'cross check' dan ada bukti awal, maka sekitar enam orang diamankan, termasuk pimpinan Lapas dan pihak swasta," tambah Syarif.
Selain mengamankan enam orang, KPK juga mengamankan uang tunai. "Uang tunai rupiah dan valas yang sedang dihitung serta kendaraan juga diamankan sebagai barang bukti awal. Itu dulu yang bisa disampaikan," ungkap Syarif.
Keenam orang tersebut telah dibawa ke Kantor KPK di Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut. "Seperti ketentuan di KUHAP, KPK diberikan waktu paling lama 24 jam sebelum penentuan status hukum pihak-pihak yang diamankan," kata Syarif.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tim KPK sempat melakukan penggeledahan di kamar suami Inneke Koesherawati Fahmi Darmawangsa, Fuad Amin, dan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan Namun, karena Fuad Amin dan Wawan sedang dirawat di rumah sakit di luar Lapas maka hanya dilakukan penyegelan terhadap kamar Fuad Amin dan Wawan. 
 Terkait adanya OTT Ini, Wakil Ketua KPK Laode M Syarief telah     membenarkanya. Namun, dia enggan merinci siapa saja pihak yang   diamankan dan terkait kasus apa sehingga Kalapas Sukamiskin dan   beberapa pihak lain diamankan anggotanya.
 Betul ada kegiatan KPK di Lapas Sukamiskin," kata Laode kepada   wartawan.Saat ini, para pihak yang tengah diamankan tengah   menjalani   pemeriksaan intensif dalam waktu 1x24 jam, sebelum   ditentukan   status hukumnya.(Koresponden Jakarta:Chaidir Pane)

Tapanuli Populer

 
Copyright © Media Center Tapanuli Raya. /Onlinews