Selasa, 21 Mei 2019

Daya Tarik bagi Turis Asing di Pantai Mampie ,Mandi Pakai Sarung di Pantai


Pantai Mampie

Belakangan ini Ada yang berbeda ketika para wisatawan mengunjungi sejumlah kawasan wisata di tepian pantai Polewali Mandar serta berbagai kegiatan pariwisata dan budaya di Pantai Mampie Desa Galeso Kec Wonomulyo.
Menurut salah seorang warga Lazimnya para turis asing ini mengenakan kostum pantai jika surfing atau berenang di pantai. Namun saat mereka mencoba budaya wanita Mandar yang tinggal di pesisir yakni Mappasse atau mandi mengenakan sarung, mereka pun senang luar biasa.
Menurut Yulianti warga Mampie, sehari-hari warga disini mandi dengan mengenakan kain sarung, baik saat mandi di laut, sungai atau di sumur.
Belakangan ini mereka mandi (Khusus Perempuan) mengenakan sarung, mereka mengaku senang dan mau belajar mengikatkan sarung di tubuhnya,” katanya.
Juga menurut Yuliantai menilai budaya Mappasse menjadi ciri khas masyarakat lokal dan ini menjadi daya tarik bagi wisatawan hingga mereka pun tertarik mencobanya ( Yulianti)
Pasang Iklan Anda di Sini..

Senin, 20 Mei 2019

Mengenang 21 Tahun Reformasi Politik dan Cita Cita Kebangkitan Nasional


Tapanuli Media

Hari ini Tanggal 20 Mei merupakan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia sebagai hari kebangkitan Nasional Indonesia yang dimotori oleh Dr.Wahidin Sudirohusodo. 

Hari Kebangkitan Nasional adalah sejarah bangkitnya semangat perjuangan, perstuan bangsa Indonesia untuk keluar dari keterpurukan dan ingin menjadi bangsa yang berdaulat, merdeka dan bersatu menjunjung tinggi nilai nilai perstuan menjaga keutuhan bangsa dalam bingkai Negara kesatuan Republik Indonesia. 

Perjalanan bangsa Indonesia telah melewati sejarah dari masa ke masa yang mewarnai kehidupan berbangsa yang terus mengalami perubahan baik sistem politik, ekonomi maupun sosial eknomi namun tetap tidak boleh keluar dari Dasar Negara Pancasila Undang Undang Dasar 1945. 

21 tahun lalu Mahasiswa Indonesia telah melakukan perubahan yang luar biasa dengan sejarah reformasinya yang diawali pergerakan mahasiswa pada tanggal 12 Mei 1998 yang bertujuan melakukan perubahan sistem politik, pemerintah yang bebas dari Korupsi dan KKN serta menghormati kebebasan pers. Namun seiring perjalanan waktu cita cita itu belum seluruhnya berjalan. 

Pertanyaannya mengapa ini belum bisa terjadi. Jawabnya karena bangsa Indonesia belum memiliki persamaan visi dan misi dalam membangun negeri ini dan terkesan kebebasan yang kebablasan bahkan terkesan meninggalkan dasar negara yang selama ini menjadi dasar dan Falsafah hidup bangsa Indonesia. 

Terlalu bebasnya terkadang orang siapa saja boleh menghina, menghasut memaki dan menghujat tanpa berpikir pantas atau tidak pantas, sopan atau tidak sopan bahkan terkadang melewati batas batas nilai budaya dan agama. 

Secara jujur tentu kita sepakat reformasi telah banyak kemajuan yang dicapai seperti kekuasaan pemerintah lebih demokratis, kebebasan pers lebih baik, namun masih banyak yang perlu diperbaiki. 

Atas dasar itulah peringatan hari Kebangkitan Nasional ini kembali kita tanamkan dalam diri kita untuk kembali merajut kebersamaan dan persatuan kita, letakkan ego pribadi untuk menang sendiri ego politik dan perasaan yang paling benar yang hanya dapat merugikan bangsa sendiri. Mari kembali kita tanamkan semangat kebersamaan, persatuan dan kesatuan untuk membagun bangsa dan negara tercinta ini. (Redaksi/HS)
Pasang Iklan Anda di Sini..
DAIRI
TAPUT
HUMBAHAS SAMOSIR