Sabtu, 20 April 2019

Sejumlah Negara Apresiasi atas Pelaksanaan Pemilu di Indonesia

Tapanuli Media Center
Saat ini Komisi Pemilihan Umum sedang melakukan proses perhitungan manual atau real caount atas hasil Pemungutan suara tanggal 17 April lalu.

Kendati hasil hitung cepat atau quick count sudah dirilis sejumlah lembaga survey, namun tetap saja, hasil sebenarnya adalah versi Manual Hitungan oleh KPU. 

'Pemilihan umum di Indonesia memang sangat rumit dan kompleks. Untuk pertama kali dalam sejarah, Pemilihan Presiden digabungkan dengan pemilihan anggota DPR, DPD dan DPRD. Ini sangat menyita perhatian. Belum lagi proses distribusi logistik yang sangat menantang, karena lokasi TPS sebagian berada di pelosok dan  pedalaman. Ini memerlukan energi dan anggaran besar. Belum lagi potensi gangguan keamanan pada sejumlah daerah rawan.

"Benar-benar pemilihan umum yang sangat luar biasa. Kondisi ini ditambah lagi dengan segregasi sosial dan betebarannya fake news atau berita bohong. Tidak saja pasangan no urut 01 yang dirugikan, sebab pasangan  no urut 02 pun ikut menderita akibat berita bohong tersebut.

"Seandainya disuruh memilih pemenang dalam Pemilu 2019 ini, maka pemenang sesungguhnya adalah para penyelenggara Pemilu, mulai dari KPU pusat, Bawaslu  petugas  KPPS, perugas operasional pelipat kertas suara hingga petugas distribusi logistik dan keamanan yang harus menempuh perjalanan penuh tantangan.

Sebagian besar dari proses tersebut telah berhasil diatasi dan Pemilihan Umum berhasil dilaksanakan. Ketika kemudian sejumlah negara memberi apresiasi atas pemilihan umum di Indonesia, maka dengan senang hati kita menyambut apresiasi teraebut.

Pasca pemilu kemarin ,Presiden Korea Selatan, Presiden Turkey dan Perdana Menteri Singapura, adalah sedikit di antara sejumlah kepala negara yang memberi apresiasi. Selain tentu ada hubungan baik antar tokoh kedua negara, maka pengakuan dan apresiasi tersebut merupakan hukum wajib disampaikan oleh  para pemimpin negara tetangga dan negara sahabat tersebut.

"Keberhasilan Indonesia menyelenggarakan pemilihan umum yang sangat konpleks ini, adalah prestasi dalam catatan sejarah, Selain juga kedamaian dan kelancaran yang berhasil dengan sangat baik.

Apresiasi tersebut tidak saja disampaikan oleh pihak kedutaan besar sejumlah negara sahabat, tetapi juga disampaikan secara langsung oleh pimpinan negara tersebut. Ini semua, adalah keberhasilan rakyat dan bangsa Indobesia. Proficiat Indonesia.
Semoga Yang Maha Kuasa memberi segala kebaikan bagi bangsa Indoneaia, seraya menunggu hasil resmi bulan depan.(Redaksi/HS*)
Pasang Iklan Anda di Sini..

Jumat, 19 April 2019

PDIP Tantang BPN Transparansi Data Hasil Hitung Cepat Pilpres 2019 PDIP Tantang BPN Transparansi Data Hasil Hitung Cepat Pilpres 2019


Tapanuli Media Center

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menantang Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk transparan membuka data internal perolehan suara pada pemilihan presiden (pilpres) 2019 yang memenangkan pasangan calon nomor urut 02.

Transparansi tersebut diperlukan, supaya tidak ada lagi pihak yang saling klaim kemenangan dari kedua pasangan calon.

"Ini bagian dari tranparansi ke publik terlalu berbahaya untuk urusan yang strategis kalau isinya main klaim 3 kali yang diumumkan pak Prabowo itu datanya berbeda-beda katanya semuanya sudah fix untuk itu membingungkan rakyat."
"Maka kami membuka diri dengan seluruh tanggung jawab kepada publik kami siap di audit, kami siap di cek dokumen dokumen C1 nya dan semuanya berbasis pada data pada sistem yang akuntabilitasnya bisa dicek kebenarannya" kata  Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto  di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Jumat (19/4/2019).

Hasto menyinggung pentingnya kejujuran dalam menampikan data dan informasi kepada masyarakat. Untuk itu, Hasto menjamin data perolehan suara yang ditampilkan BSPN PDIP benar dan siap diaudit.

Pihaknya juga bersedia jika data perolehan suara BSPN PDIP, diadu dengan data milik BPN Prabowo-Sandiaga maupun Gerindra.

"Kejujuran itu indah karena hari ini kami menampilkan kejujuran kami jalankan arahan dari Gusmus untuk menampilkan segala sesuatunya dengan baik dan sistem yang kami sampaikan ini bisa diaudit bahkan pak Arif menyatakan ya kalau ada embel-embel sanksi pidana kami siap karena kami tidak ingin menyampaikan berita bohong kerakyat kamiingin menyampaikan kebenaran."
"Kami sampaikan bahwa ini siap diaudit bahkan KPU kalau mau bandingkan antara data kami dengan Gerinda BPN kami siap." lanjut Hasto.

Dalam Kesempatan yang sama PDIP melalui Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) PDIP  juga membuka data live perolehan suara (quick qount) Pilpres dari rekapitulasi dokumen C1 yang dikumpulkan oleh para saksi PDIP di berbagai TPS di Indonesia.

Hasilnya, pasangan  Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang unggul dari pasangan Prabowo - Sandiaga seperti hasil hitung cepat dari lembaga survei lainnya.

Berdasarkan live perolehan suara dari BSPN PDIP hingga pukul 14.10 WIB, suara masuk berdasrkan rekapitulasi dokumen C1 yang diinput BSPN sebanyak 10.692.923 pemilih atau 7,3 persen dari jumlah total suara.

Berdasarkan jumlah yang masuk, perolehan suara pasangan calon presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul dengan 63 persen atas pasangan Prabowo-Sandiaga yang hanya 37 persen. Data ini belum digabungkan dengan data dari tim TKN lainnya.
Pasang Iklan Anda di Sini..
DAIRI
TAPUT
HUMBAHAS SAMOSIR