Kamis, 15 November 2018

Caleg Kampanye di Medsos, KPU : Semoga Mereka Bijak.


Media Center Tapanuli.

Para calon anggota legislatif yang masuk dalam kontestasi pemilihan umum 2019 diharapkan dapat menjaga kondusifitas dan lebih mengedepankan program visi misinya ketika memanfaatkan media sosial sebagai ajang sosialisasi.

Media sosial saat ini dijadikan ajang sebagai mengenalkan sejumlah calon legislatif yang melek informasi untuk dapat dikenal lebih banyak orang. Sementara terkait aturan tersebut, KPU tidak dapat melakukan penindakan lantaran tidak diatur dalam peraturan Undang-undang KPU.
Demikian dikatakan Komisioner KPU Bidang sosialiasi pendidikan pemilih dan partisipasi masyarakat Diana Ariyanti, saat dikonfirmasi tentang kampanye dimedia sosial yang dilakukan sejumlah calon legislatif, Kamis (15/11/2018).
Dalam kesempatan ini, Diana hanya berharap para caleg yang memanfaatkan media sosial untuk berkampanye lebih bersikap dewasa dan bijak, dengan mengedepankan sosialisasi program kerja.
“Sesuai dengan Peraturan KPU No 23 tentang kampanye, setiap peserta pemilu dalam hal ini partai politik dan peserta DPD RI, dapat melaporkan media sosial yang dimiliki sebagai ajang sosialisasi maksimal sebanyak 10 akun di setiap media sosial. Disisi lain mereka juga wajib melaporkan akun medianya ke Bawaslu, KPU dan Kepolisian,” kata Diana. (rri-ls)

Polda Metro Jaya Amankan Tersangka Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi.



Hari ini Korban pembunuhan satu keluarga di Jalan Bojong Nangka 2 RT 002 RW 07, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (13/11) pagi , pada  Kamis (15/11/2018) di makamkan di Bonapasogit- Kab.Samosir.
"Terkait dengan hal tersebut ,dari informasi yang dihimpun, Polda Metro Jaya  telah mengamankan seorang pemuda yang diduga menjadi tersangka pelaku pembunuhan satu keluarga di Bekasi. Kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (15/11/2018), Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono kepada wartawan,  mengatakan, tim gabungan bisa mengejar HS hingga Gunung Guntur berkat temuan mobil X-Trail B 1075 UOG di garasi kos-kosan HS di daerah Cikarang.
“Dari temuan itu petugas menemukan barang bukti noda darah di gagang pintu kanan, karpet di bawah stir, seat belt dan pedal gas. Saat kamar kos HS digeledah juga ditemukan celana panjang hitam bernoda darah,” jelas Argo.
Dari temuan awal itu, lanjutnya, petugas menggali lagi informasi dan akhirnya diketahui terduga HS berada di Gunung Guntur. Langsung dikejar ke sana dan berhasil ditangkap pada Rabu malam.
Dari tangan HS, selain kunci mobil juga didapat dan diamankan dua ponsel bernoda darah yang diduga milik korban dan uang Rp4 juta.
Saat ini HS sudah diamankan di Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan. Kuku HS yang bernoda hitam dan dicurigai sebagai noda darah juga sudah dipotong untuk diperiksa ke Puslabfor bersama seluruh barang bukti lainnya.
“Dalam pemeriksaan awal HS mengelak sebagai pelaku pembunuhan satu keluarga di Bekasi. Kita masih dalami dan menunggu hasil Puslabfor,” ucap Argo.
HS juga diketahui sempat berobat ke klinik yang berjarak 500 meter dari tempat kosnya di Cikarang dengan membawa mobil tersebut.
“Berdasarkan informasi dan hasil penyelidikan HS ke klinik untuk mengobati jari telunjuknya yang terluka. Namun untuk kepastian penyebab lukanya masih diselidiki, paparnya.
Menurtut Argo, polisi masih mendalami keterangan HS.  "HS ternyata masih punya hubungan kerabat dengan istri korban. Dia juga sudah tiga bulan menganggur tak punya pekerjaan tetap," ungkapnya.Sebelumnya, Korban satu keluarga yang terbunuh  itu adalah Daperum Nainggolan dan istrinya Maya Boru Ambarita serta dua buah hatinya Sarah Boru Nainggolan (9) dan Arya Nainggolan (7).
Keempatnya ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya di Jalan Bojong Nangka 2 RT 002 RW 07, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (13/11) pagi. Daperum dan Maya tewas akibat senjata tajam. Sementara dua anaknya tewas karena kehabisan napas akibat dicekik atau dibekap.(rri-AW)
DAIRI
TAPUT
HUMBAHAS SAMOSIR

Demokrasi & Politik

NUSANTARA
SOROTAN PUBLIK

TOPIK TAPANULI

KOMUNITAS TAPANULI